LDII Jakarta Audiensi Bersama Dinas Pendidikan Dorong Program PAUD Holistik Integratif

Jakarta (12/9). Dewan Pimpinan Wilayah Lembaga Dakwah Islam Indonesia Provinsi DKI Jakarta menggelar audiensi dengan Dinas Pendidikan DKI Jakarta di kantor Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Kuningan, Jakarta Selatan, pada Jumat (11/9). Pertemuan ini bertujuan untuk mematangkan inisiasi pembentukan Satuan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Berkarakter Holistik Integratif (HI) berbasis masjid guna mendukung program pemerintah terkait Wajib Belajar 13 Tahun.

Dalam audiensi tersebut, DPW LDII DKI Jakarta memaparkan gerakan bertajuk “Satu PC, Satu PAUD” untuk memaksimalkan potensi Pengurus Cabang (PC) di 41 dari 44 kecamatan di Jakarta.

Wakil Ketua DPW LDII DKI Jakarta, Muhammad Ied menegaskan, strategi mandiri dalam membantu pemerintah meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) PAUD dengan mengoptimalkan sarana masjid yang ada.

“Sarana masjid yang selama ini aktif dengan kegiatan belajar anak ba’da asar kami optimalkan menjadi ruang belajar PAUD terpadu. Materi yang diberikan memadukan pendidikan agama, pembiasaan pola hidup bersih dan sehat (PHBS), pemenuhan gizi, hingga pendidikan umum,” ujar Muhammad Ied.

Ia menambahkan, LDII telah menyiapkan 12 tahapan implementasi, mulai dari pemetaan SDM, pelatihan pendidik, pembinaan kurikulum, pelibatan orang tua, hingga pengajuan izin operasional resmi.

Senada dengan hal tersebut, Wakil Ketua DPW LDII DKI Jakarta, M. Teguh, menekankan pentingnya pembangunan fondasi moral anak sejak usia dini. Ia menjelaskan bahwa kurikulum pembinaan anak di lingkungan LDII berakar pada penanaman 29 karakter luhur.

“Pondasi utama yang kami tanamkan adalah pembentukan generasi yang berakhlakul karimah, alim-faqih, dan mandiri. Ini diperkuat dengan enam tabiat luhur yaitu rukun, kompak, kerja sama yang baik, jujur, amanah, serta mujid-muzid atau hidup hemat dan efisien,” jelas Teguh.

Selain itu, anak-anak turut dibiasakan untuk senantiasa bersyukur, menghormati yang lebih tua, bertutur kata santun, berempati menolong sesama, serta memegang prinsip kerja yang benar, tertib (kurup), dan menepati janji. Nilai-nilai karakter ini diharapkan berpadu selaras dengan aspek akademis guna mencetak generasi unggul menyongsong Indonesia Emas.

Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta menyambut positif inisiatif kolaborasi yang diajukan oleh LDII. Kepala Subkelompok Pengembangan Karir Disdik DKI Jakarta, Aid Sasmita, menyatakan bahwa konsep yang diusung LDII sangat sejalan dengan agenda pembinaan karakter dan program PAUD Holistik Integratif yang saat ini tengah dijalankan Pemprov DKI.

“Konsep 29 karakter ini sangat baik dan sejalan dengan nilai-nilai pembiasaan anak Indonesia. Pemprov DKI juga terus menggencarkan PAUD HI, termasuk integrasi program lingkungan seperti pengolahan sampah dan urban farming di satuan pendidikan, serta pemanfaatan teknologi digital untuk tenaga pendidik,” ungkap Aid Sasmita.

Terkait perizinan dan legalitas kelembagaan, Aid menjelaskan bahwa regulasi perizinan operasional PAUD di DKI Jakarta terpusat melalui Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) dengan rekomendasi teknis dari Suku Dinas (Sudin) Pendidikan di wilayah kota administratif setempat.

“Dinas Pendidikan berperan dalam tataran kebijakan, sementara pembinaan langsung dan rekomendasi perizinan berada di bawah wewenang 11 Sudin Pendidikan di wilayah masing-masing. Kami menyambut baik rencana kerja sama formal ini, dan ke depan dapat ditindaklanjuti secara bertahap melalui kerangka nota kesepahaman (MoU) maupun koordinasi teknis bersama Sudin terkait,” pungkasnya.

Audiensi ini diakhiri dengan diskusi teknis bersama perwakilan humas dan jajaran Dinas Pendidikan DKI Jakarta mengenai skema tindak lanjut perjanjian kerja sama (MoU), guna mempercepat realisasi legalitas PAUD berbasis masjid di seluruh wilayah DKI Jakarta. (*)

Related posts

Leave a Comment